KUSTOMFEST Art Garage : Ruang Rupa Kustom Kulture

Art Garage inpirasi Kustom Kulture dan Gerakan Seni Rupa

Di Yogyakarta bulan Juni nyaris identik dengan perayaan seni rupa, hal ini tak bisa dipisahkan dari ART|JOG, agenda tahunan pameran  dan bursa seni rupa terbesar di Asia tenggara . Tahun ini bertepatan dengan momentum penyelenggaraan ART|JOG 8, pelaku seni berhimpun menggelar ragam kegiatan yang berkaitan dengan seni pada umumnya bertajuk Jogja Artweeks, selama satu bulan lamanya beragam agenda seni rupa secara serentak digelar diberbagai ruang pameran dan galeri seni .

Kustom kulture sebagai sebuah pergerakan budaya yang menggabungkan elemen proses, seni dan engineering telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari sejarah seni pada umumnya.  KUSTOMFEST : Indonesian Kustom Kulture Festival di cetuskan sebagai sebuah ruang yang menginpirasi sikap dan pergolakan karya kustom terbaik dari seluruh Indonesia, disisi lain  kelahiran generasi kustom kulture memicu lahirnya ruang dan media baru. Robert William, Kenny “Von Dutch” Howard, Ed “Big Daddy” Roth dan David “Dave” Mann adalah beberapa nama besar pelopor keterkaitan gerakan kustom kulture dan seni rupa .

“Art Garage merupakan sebuah agenda yang menghubungkan kustom kulture dengan perkembangan seni rupa, kedepan saya berharap pelaku kustom kulture bisa menyerap ide dunia seni rupa dan berlaku sebaliknya, sehingga lahir karya baru yang menginpirasi banyak orang. Acara ini sekaligus sebagai pemanasan jelang KUSTOMFEST 2015 – Showin Soul’, bulan Oktober mendatang” Ungkap Lulut Wahyudi selaku Direktur KUSTOMFEST.

Momentum perayaaan seni rupa kali ini disikapi oleh KUSTOMFEST dengan menggelar pameran dan pertunjukan seni rupa dari sudut pandang pelaku Kustom Kulture bertajuk KUSTOMFEST ART GARAGE. Bertempat di Retro Classic Cycles, tak kurang dari 60 karya seni dipamerkan selama tiga hari penuh mulai tanggal 9 sampai dengan 11 Juni 2015. Selain itu,  selama pameran berlangsung pengunjung juga bisa menyaksikan karya Retro Classic Cycles dan melihat proses pengerjaannya secara langsung.

Pameran yang baru digelar perdana ini melibatkan beberapa artis seni rupa dan pegiat kustom kulture diantaranya : Diki Leos, Ronie Arto,  Helly Mursito, Gento YK (Gerombolan Tukang Tato Yogyakarta), Jathy Pradipta “SURCLAS”, One Junx “Nerakatau69”, Titah Argayoga “Exsoutheast Color House” dan salah satu artis muda berbakat berumur 15 tahun Radja Tahta Jasa.

Sementara itu Ketua Yayasan Biennale Jogja, sebagai salah satu pemerhati perkembangan seni rupa Indonesia , Yustina Neni mengungkapkan bahwa masyarakat seni rupa patut bergembira dengan kemunculan kustom kulture sebagai media baru untuk berekspresi “Art Garage yang lahir dari ruang  KUSTOMFEST merupakan sebuah virus, virus yang sangat menyenangkan” tandasnya.

Sebagai pamungkas pada akhir pameran digelar pertunjukan proses seni secara langsung menampilkan Diki Leos “Doodling on Gastank Chopper”. Radja Tahta Jasa “Live Pinstriping”, Jathy Pradipta  “Surclas Live Tattooing – Lowrider Arte, dan tak ketinggalan Live pinstriping dengan medium becak kuno berumur 25 tahun oleh One Junx dan Titah Argayoga.  Acara yang riuh dipadati pengunjung ini ditutup dengan aksi pamungkas El Milky Racer dan Garage Blues. Salam kustom, salam respect.

 

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply