BUKO CAKIL 2018 – BERBAGI, BERKENDARA, BERBUDAYA

Setelah sukses dihelat, sekaligus mendapat apresiasi yang luar biasa pada tahun pertama penyelenggaraannya 2017 yang lalu, kini kegiatan sosial komunitas penggemar roda dua Yogyakarta yang diberi tajuk BUKO CAKIL tersebut kembali digelar bertepatan dengan momentum bulan Ramadhan, dengan mengusung tema “Berbagi Takjil, Berkendara dan Berbudaya.”

“BUKO CAKIL itu event kolosal tahunan bagi takjil teman-teman pecinta roda dua di Yogyakarta,“Awalnya, ingin bikin acara riding yang ada agenda khas bulan puasanya. Kemudian lahirlah acara BUKO CAKIL ini,”” ungkap Yayak dari Queen Lekha Choppers, yang juga salah satu inisiator BUKO CAKIL.

BUKO CAKIL merupakan sebuah kegiatan sosial dan wadah mempersatukan bikers dengan berbagai aliran motor. “Intinya acara BUKO CAKIL ini kumpul guyub penggemar roda doa Jogja, riding santai, ada talkshow ringan sambil berbuka puasa bersama. Sekaligus bersama-sama membagikan takjil gratis dan berdonasi untuk disumbangkan bagi yang membutuhkan,” kata Yayak.

Prinsip yang selalu dinomor satukan dalam BUKO CAKIL yakni selalu berkendara dengan sopan dijalan tanpa harus arogan dan tetap menghormati pengguna jalan lainnya sekaligus berbudaya dalam berlalu lintas sekaligus menjunjung tinggi nilai kearifan lokal dan menghargai budaya sosial bermasyarakat yang sangat erat dengan Yogyakarta.

Pegadaian terus meningkatkan peran aktifnya dalam merangkul kalangan anak muda dengan mengambil bagian pada ajang ARTJOG dan BUKO CAKIL 2018. Pada kegiatan yang bertajuk “Buko Cakil Berbagi Takjil” ini Pegadaian memperkenalkan kafe kopi “The Gade Coffe and Gold”. The Gade adalah gerai kopi yang diluncurkan oleh Pegadaian sebagai tempat ngopi sekaligus literasi produk-produk Pegadaian.

Direktur Operasi dan Pemasaran PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan dalam siaran tertulisnya menyatakan bahwa generasi muda atau kalangan milenial merupakan pemimpin di masa depan. Oleh karena itu milenial harus mendapatkan pengetahuan tentang pengelolaan yang memadai.

“Kepada rekan-rekan pecinta roda dua, perlu diketahui jika Pegadaian bukan hanya sebagai gadai tapi saat ini juga sebagai leasing Pegadaian yang bunganya sebesar 1%. Jadi rekan-rekan semua bisa memanfaatkan fasilitas ini,” pesan Pemimpin Pegadaian Wilayah DIY Jateng, Mulyono saat memberi sambutan di BUKO CAKIL 2018.

Lokasi Start  BUKO CAKIL 2018 dipusatkan di Jogja National Museum (JNM), venue gelaran akbar festival seni rupa ARTJOG 2018 “ENLIGHTENMENT” yang berlangsung dari 4 Mei sampai 4 Juni 2018. Sebelum melakukan riding menuju lokasi finish di Gedung KR Jl. Margo Utomo, peserta diajak untuk mengunjungi dan melihat karya-karya seni kontemporer yang dipamerkan di ARTJOG 2018. “Saya sangat bangga dan bahagia, teman-teman dari berbagai klub motor ini bisa support dan ikut meramaikan ARTJOG dan turut Memberikan warna terhadap Jogja,” ungkap Heri Pemad dari ARTJOG. Dikatakan, meski acaranya berbeda-beda, tapi sebagai sesama pegiat festival kita memiliki semangat yang sama. “Semangat untuk saling mendukung dan sadar akan pentingnya event/festival untuk city branding atau pembentukan karakter sebuah kota,” tambah pria yang juga direktur ARTJOG ini.

Sore harinya peserta riding yang jumlahnya 700 pengendara motor dari 40 komunitas pecinta roda dua Yogyakarta tersebut menuju loaksi finish di Gedung Kedaulatan Rakyat di  Jl. Margo Utomo dengan rute keseluruhan sebagai berikut : Gedung JNM – Jl. KH Ahmad Dahlan – Jl. Raya Jogja – Jl. Sultan Agung – Jl. Janti – Jl. Laksda Adi Sucipto – Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Jendral Sudirman – Tugu Jogja dan finish di Jl. Margo Utomo.

Dalam agenda BUKO CAKIL 2018  para peserta “ngabuburit” dan  membagikan 3500 sedekah takjil kepada masyarakat umum. Selain it didonasikan Paket Sembako Lebaran untuk Veteran Perang Kemerdekaan Republik Indonesia kepada Bpk. Samdi, Bpk. Mujiyo dan Bpk. Bambang. Nama pertama yang disebutkan tadipernah menjadi patwal sepeda motor dari Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Acara ini diselenggarakan sepenuhnya oleh gabungan komunitas pengguna roda dua Yogyakarta, didukung oleh PT. Pegadaian (Persero), KUSTOMFEST, ARTJOG, Kedaulatan Rakyat, Dinggo Company dan Von Dutch Indonesia.

 

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply