BURNOUT 2017 : HADININGROAD CULTURE

 

Akhir pekan kemarin (9/9), Kustomfest hadir di event Burnout 2017 yang diselenggarakan di Hall parkiran barat The Park Mall Solo Baru. Disamping mensupport event Burnout 2017, Kustomfest juga membuka booth merchandise resmi Kustomfest di lokasi kegiatan, “kami ingin publik khususnya penikmat kustom kultur di wiayah Solo juga bisa semakin dekat guyub dengan Kustomfest, bukan hanya menyediakan merchandise resmi tapi juga berbagi info mengenai Kustomfest dan kultur nya,” kata Angger Maulana dari Kustomfest.

Di event ini Builder, Founder Retro Classic Cycle, Lulut Wahyudi didaulat oleh panitia untuk memilih (pick) satu motor kustom yang dipamerkan untuk dijadikan yang terbaik. Dan yang menjadi pilihan pria yang juga Director Kustomfest tersebut adalah motor kustom milik Rico dari Pitstop Motorwerk

Burnout 2017 merupakan event Burnout untuk yang ketiga kalinya setelah tahun 2015 menjadi yang pertama, “Tahun ini kami mengusung tema ‘Hadiningrat Culture’, dimana apa yang sedang berkembang dan menjadi kultur di kota Solo dan sekitarnya tentang dunia motor dan mobil klasik kustom serta dunia kreatif nya,” kata Humas Burnout, Eko Sutanto. Dikatakan, Burnout sendiri merupakan event tahunan yang digagas oeh komunitas pecinta otomotif classic dan custom culture di Solo Raya.

“Ada konten baru yang kami bawa di Burnout 2017 ini yakni Tong Setan. Tong Setan merupakan hiburan tradisional yang sudah mulai hiang maka dari itu kita bawa ke Burnout  agar masyarakat bisa menikmati kembali atraksi Tong setan,” ungkap Eko.

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply