DIKI LEOS, ILUSTRATOR ARTWORK KUSTOMFEST 2017-NO BOUNDARIES

Sebuah karya kreatif yang bisa mengajak penikmat seni maupun orang awam untuk ikut menikmati hasil karyanya tentu saja tidak bisa terlepas dari sentuhan dingin sang kreator. Inilah yg dilakukan oleh Diki Leos, ilustrator dibalik desain artwork poster event Kustomfest 2017-No Boundaries.
 
Jika dilihat dengan seksama, karya beliau di poster tersebut memang mampu membuat yang melihat terdorong untuk bertanya-tanya apa yang coba dihadirkan ilustrator sekaligus ikut tersenyum ketika melihat kombinasi art yang ditampilkan beliau di poster tersebut. 
 
“Di poster Kustomfest 2017 ini saya menampilkan tokoh atau figur unik original karya saya yang dikombinasikan dengan unsur pewayangan dan kearifan lokal,” ungkap Diki kepada Kustomfest. 
 
Diki kemudian menjelaskan tentang kombinasi tersebut seperti di figur utama yang terletak di tengah poster dimana sang figur menggunakan topi khas di pewayangan kemudian tangan kirinya memegang keris dan tangan kanannya memegang kuas.
 
 
Sementara unsur kearifan lokal adalah dengan dihadirkan figur dukun membawa dupa yang sedang mengendarai tong yang terbang dan meledak. “Dukun sangat identik dengan Indonesia, maka dari saya hadirkan juga di poster Kustomfest 2017. Supaya orang juga tersenyum melihat ada dukun di poster tersebut,” lanjut Diki. Sisi nasionalisme juga ditonjolkan di poster Kustomfest, “beberapa bulan kebelakang ini memang sisi nasionalisme saya sedang on fire, nah coba saya tuangkan di poster Kustomfest 2017,” ucap Diki.
 
Dalam proses pembuatan poster Kustomfest juga tidak asal. “Kustomfest dalam membuat artwork tidak asal gambar, selalu diawali dengan riset terlebih dahulu dan melibatkan diskusi secara mendalam dengan Pak Lulut (Director Kustomfest),” kata Diki.
 
Dikatakan, semua figur sudah dibuat terlebih dahulu sebelum diajukan ke Lulut Wahyudi, selaku Director Kustomfest. “Awalnya beliau mengatakan kepada saya agar ilustrasi di poster Kustomfest 2017 tidak umum/mainstream sesuai dengan tema yang dibawa yakni No Boundaries. Kemudian beliau menyilahkan saya untuk mengembangkan sendiri sesuai dengan tema yang diberi,” tutur Diki. Sedangkan untuk penamaaan figur diserahkan sepenuhnya oleh Lulut Wahyudi, “penamaan saya serahkan semua ke Pak Lulut, karena beliau yang lebih paham tentang budaya Jawa dan filosofinya,” kata Diki.
 
“Setiap tahun memang Kostumfest selalu menerbitkan poster baru yang disesuaikan dengan tema yang dibawa dan proses pembuatan saya serahkan ke Diki,” kata Lulut Wahyudi di sela-sela kesibukannya di kantor Kustomfest.
 
Lulut mengatakan bahwa ada beberapa bagian dari ikon / tokoh yang merupakan sosok besar dari kultur budaya Indonesia yang disematkan di figur poster Kustomfest. “Figur yang dibuat Diki dikustom dengan pewayangan sehingga si figur lebih masuk untuk ditampilkan dalam poster sebuah event,” kata Lulut
 
“Dan di Kustomfest 2017 ini figur-figur yang ada di poster tidak mengendarai kendaraan-kendaraan yang tidak sewajarnya dan itu merupakan terjemahan dari Diki akan tema Kustomfest 2017 yakni No Boundaries,” tutup Lulut.
 

Sampai jumpa di event Kustomfest 2017 – No Boundaries, 7-8 Oktober 2019, di JEC Yogyakarta. 

Salam kustom, salam respect !

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply