GDZH CUSTOM CYCLE JOMBANG – HD SPORTSTER XR 1200 “THE KURATOR”

“Buat saya pribadi ini adalah pemilihan basic motor yg agak nyleneh. Biasanya motor yang bakal di custom dengan style seperti ini kebanyakan pasti ambil dari HD Sportster dan HD Iron 883. Tapi disini kita pake basic XR1200, yang kata orang tipe sport dari Harley Davidson,”buka Dana Prasetya, builder workshop GDZH Custom Cycle. Ternyata ia tidak salah pilih, justru menurutnya sensasi “tarikan” mesin XR yang responsif makin terasa setelah body di bikin compact dan dikurangi beberapa kilogram.

Dikatakan, tema motor ini “Tough Street Bob” dengan alasan utama ingin buat motor kustom yang ringkas, padat dan friendly diajak riding namun dengan mesin besar. “inspirasi awal saya dapat dari Rough Craft, Taiwan. Suka dengan style nya yang simpel dan gagah. Warna juga terpengaruh (hitam),” ungkapnya. Namun untuk detail-detail di motor, menggunakan ide sendiri.

Karena basic motornya HD XR1200 yang notabene termasuk tipe motor yang tinggi, owner mengungkapkan jika ingin motor yang lebih nyaman buat dirinya. “Berdasar apa yang diungkapkan owner, maka kita deal pakai tema Boober. Yang posisi ridingnya seperti Sportster dan 883. Intinya yang lebih mudah dibawa,” papar Dana.

Pengerjaan motor memakan waktu sekitar 4-5 bulan dan diakui sang builder jika ia sempat terkendala dengan Fuel Pump. “Fuel Pump issue, ini yang paling susah. Karena fuel pump XR1200 termasuk kebesaran untuk masuk ke tangki Sportster. Jadi kita agak kerepotan membuat bracket fuel pump tersebut agar bisa masuk ke tangka,” katanya.

Ia juga mengatakan jika harus sedikit coak frame pada Top Tube di bawah tangki dan memotongs sedikit di bagian belakang sesudah bracket shock belakang. Kemudian air filter juga menjadi kendala, “karena throttle body menghadap ke atas bukan ke samping, maka saya harus buat piping khusus untuk pasang velocity stacknya,” imbuhnya.

Untuk tangka memang diambil dari sportster lalu sedikit di custom seperti tambah coakan di bagian samping. Jok, sepakbor belakang ia kustom sendiri. Sedangkan exhaust vance & hines di kustom ulang dari konfigurasu 2-2 menjadi 2-1. “Kemudian saya repaint lagi dengan warna hitam Glossy dan Matte plus penambahan aksen gold leaf,” papar Dana.

Sektor velg ia ganti dengan bawaan HD Dyna lama, namun ia lupa tahun dan tipenya. “Yang pasti diameter depan belakang 16 inchi. Model jari-jari. Disc brake juga saya ganti aftermarket menyesuaikan pola velg, yang tadinya bagian depan double kita bikin single supaya lebih simpe. Disc brake belakang ganti lebih besar dari aslinya agar pengereman lebih pakem,” katanya. Selanjutanya shock depan ia turunkan sekitar 5-6 cm, shock belakang memakai tabung full adjust dengan Panjang 320mm. Ban juga ia ganti dengan merk Cooker Tire 500-16 depan belakang. Mesin ia biarkan standart, “tenaganya dirasa sudah lebih cukup,” tambahnya.

“Bagian tangki menurut saya paling spesial, karena penuh perjuangan. Velg juga saya suka dengan desain jari-jari yang classic, ditambah finising cat yang simpel dan rapi. Terkesan sangat kuat,” paparnya.

Ia namakan motor ini Kurator yang punya arti pengurus atau pengawas warisan budaya atau seni. “Sebagai simbolisasi supaya kita semua bisa menjaga dan melestarikan budaya kustom kulture kita di Indonesia dan Dunia,” tutup Dana.

 

Info & Specification :

OWNER : Muhammad  Alfiandini Lazuardi

BUILDER : Dana Prasetya

WORKSHOP NAME : GDZH Custom Cycle

WORKSHOP ADDRESS : Jl. Gubernur Suryo G 4/IV Blok B No 17 Jombang Jatim

 

BIKE NAME :

The Kurator

 

CATEGORY :

American Stock Custom

 

ACHIEVEMENT :

1st Champion American Stock Custom Kustomfest 2017

 

FRAME / CHASIS

Type : HD Sportster XR 1200

Production / Year :  2008

       

ENGINE

Type : HD Sportster XR 1200

Production Years : 2008

 

TRANSMISSION

Type : Stock HD Sportster XR 1200

 

WHEELS, SUSPENSION & BRAKE

Front & Rear Wheels  HD Dyna

Front & Rear Tires : Firestone & Cooker

Suspension System : USD ND Sportster XR 1200

Brake System : Disc Brake

 

PIPES & EXHAUST

Exhaust System Pipes : Vine & Hines Custom Pipes 2 in 1 Pipes

 

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply