Herry Firmansyah “Ruh” Blues dan Kustom

Blues sebagai akar semua jenis musik mampu menyalurkan energi dan gairah  berproses. Herry Firmansyah seorang “pengangguran” blues mencoba berpegang teguh kepada sebuah prinsip bahwa soul itu menjadi penyempuran skill yang diterjemahkan oleh Herry dalam komposisi matematis  95% soul dan 5% skill.

Karya kustom adalah proses yang  mengedepankan aspek teknik dan estetika fungsi, namun kita sering lupa bahwa skill ataupun teknik adalah sesuatu yang harus terus diasah, dipelajari, dipraktekan , dievaluasi dan dikritik. Kita butuh “ruh” untuk menerjemahkan dan mengasah kemampuan teknik yang kita miliki supaya menjadi baik dan terus lebih baik lagi, serta tidak terjebak dalam pemikiran sempit menang dan kalah semata.

Kali ini saya mencoba  mencoba menerjemahkan “ruh” musik blues Herry Firmansyah melalui karya video “Glassesman Blues” dengan  set garage Retro Classic Cycles . Karya video ini dibuat dengan teknik dokumenter menggunakan kamera DSLR dengan pencahayaan natural (tanpa light set).

Melalui video ini semoga kita bisa mengadopsi nilai-nilai “soul” perjuangan musik seorang yang mentasbihkan dirinya sebagai “jobless man” namun terus berproses untuk selalu menjaga “ruh” karyanya melampaui batasan batasan teknik yang terus diasah. Selamat berproses dengan “jiwa”  menuju KUSTOMFEST 2013 “KUSTOM WHAT?” 5-6 Oktober 2013 Jogjakarta, Indonesia. Salam Respect Kustom Indonesia.

Video Herry Firmansyah “Glassesman Blues”  :

[niceyoutubelite id=”3xkk_VCyOhI”]

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply