KOMITMEN BEKRAF UNTUK PEGIAT “KUSTOM KULTURE”

Setelah sebelumnya merangkul 22 Asosiasi dan organisasi dari bermacam subsektor, hari ini Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali merangkul Tujuh Asosiasi, Komunitas dan Yayasan ekonomi kreatif yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman di Ruang Rapat Lantai 18 Badan Ekonomi Kreatif (15/5).

 “Dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini, diharapkan dapat menjadi bentuk sinergi antara Bekraf dengan pelaku ekonomi kreatif,” ungkap Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf. Dikatakan, Nota Kesepahaman ini merupakan langkah awal untuk mensinergikan program dan kegiatan bersama antara Bekraf dengan asosiasi/komunitas/yayasan.

Menurut Triawan, kerjasama ini adalah bentuk dukungan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif dan sebagai komitmen Bekraf untuk mengembangkan 16 subsektor ekonomi kreatif yang harapannya mampu menyumbang lebih dari Rp 1.000 triliun ke Produk Domestik Bruto.

“Pelaku ekonomi kreatif baik di daerah maupun di kota bisa menjadikan asosiasi, komunitas dan yayasan ini sebagai wadah untuk mengembangkan usaha mereka sekaligus memudahkan untuk memperoleh akses permodalan baik dari segi sponsor dan lainnya,” papar Triawan.

Kemudian ia mengatakan jika kerjasama ini dilakukan guna memberikan payung hukum yang akan memperkuat para pelaku ekonomi kreatif dalam menunjang proses kreatif. “Dengan payung hukum yang kuat maka diharapkan tidak ada kesulitan dalam memperoleh bantuan dana baik dari pemerintah maupun swasta,” kata Triawan.

Dalam nota kesepahaman ini Bekraf juga akan mendorong pelaku kreatif dalam akses permodalan, infrastruktur dan pembinaan. Kemudian mengembangkan dan mendorong pelaku ekonomi kreatif di setiap daerah baik kota maupun kabupaten contohnya dari segi bantuan dana yang bisa digunakan untuk menyelenggarakan acara-acara yang bisa membantu untuk mempromosikan produk mereka, kemudian dari segi infrastruktur bisa digunakan untuk pembangunan beberapa gedung forum.

Ketujuh asosiasi, komunitas, dan yayasan yang melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut diantaranya Indonesian Kustom Kulture Festival (Kustomfest), Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Persatuan Penulis Indonesia (Satupena), Yayasan Spedagi Mandiri Lestari, Indonesia Creative Cities Network (ICCN), dan Jogja Festival. “Semoga dengan penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Industri Kreatif Otomotif Indonesia jadi lebih maju lagi,” tutup Lulut Wahyudi dari Kustomfest. 

 

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply