“TANTANGAN” KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN : REALISASI INDUSTRI KUSTOM INDONESIA

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada prinsipnya mendukung industri motor kustom di Indonesia. Hal ini disampaikan saat berdialog dengan pelaku industri dan usaha di Angkringan JAC Yogyakarta (29/3). Namun ada yang perlu diperhatikan yakni setiap motor yang dirancang harus sesuai dengan kebutuhan, layak jalan dan pastinya dilengkapi dengan spion dan lampu sein.

“Yang disampaikan oleh beliau perihal dukungan ke industri motor kustom merupakan sinyal jika ingin masuk dalam fase industri yang cakupannya besar setiap desain harus bisa dipertanggung jawabkan implementasinya secara lengkap,” papar Aan Fikriyan mewakili Kustomfest.

Di depan menteri, ia juga mengusulkan segera dilakukan perencanaan karya kustom yang benar-benar sudah siap untuk masuk dalam lingkup industri besar dan berharap dukungan dan dorongan yang diberikan pak Menteri tidak malah membuat pelaku kustom “terjungkal”.  

“Dengan dukungan dari pak menteri ini paling tidak jadi satu tonggak lebih maju untuk industri kreatif otomotif Yogya dan dunia kustom Indonesia,” ungkap Lulut Wahyudi dari Retro Classic Cycles. Ia berharap pemerintah melalui kementerian perindustrian memberi perhatian dan porsi yang lebih sehingga dunia kustom dan industri kreatif otomotif bisa benar-benar didukung dan didorong tidak sekedar wacana. “Jadi dukungan dari pemerintah melalui kementrian perindustrian ini ada implementasinya yang real,” papar Lulut.

Selain itu, pria yang juga direktur dari Kustomfest tersebut juga menambahkan jika pelaku industri kreatif terhimpun dalam suatu wadah maka benefit yang didapat akan banyak terutama bagi pelaku industrinya. “Bisa saling share informasi, saling membuka akses dan pemerintah lebih mudah untuk melakukan pembinaan,” tutup Lulut.

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply