THE 29

“The 29”, julukan untuk motor kustom karya Andika Pratama dari Krom Works menyabet gelar bergengsi di Kustomfest 2018 yakni The Best Kustom Bike Show. “The 29” mampu mencuri perhatian juri lokal maupun internasional. “Penjurian sangat sengit, bahkan beberapa juri internasional sempat berdiskusi masuk aliran apakah ini, ada yang sepakat cafe racer, neo cafer racer, ada yang bilang boardtrack dan lain-lain. Tapi apalah artinya itu semua, yang penting karyanya luar biasa,” kata Lulut Wahyudi, Director Kustomfest saat pengumumkan pemenang.

Ini merupakan kemenangan kedua workshop kustom dari Ciputat, Tangsel tersebut. Setelah tahun sebelumnya juga meraih gelar yang sama melalui motor kustom berjuluk The Stone. The 29 dibuat hand made. Mayoritas materialnya menggunakan stainless steel dengan bubuhan bahan lain seperti kuningan sebagai aksen.

“Saya ingin sesuatu yang berbeda pada motor ini. Cafe racer identik dengan ban lebar, pakai suspensi sport, pakai fairing, tapi saya ingin yang beda, jadi saya terapkan parts handmade semua, mulai dari bagian depan pakai model klasik, konsepnya girder suspension. Saya,” ungkap Andika.

Ia juga mengatakan jika memakai stainless steel khusus untuk konstruksi berat, yaitu tipe 316 tanpa sambungan di dalamnya. “Yang pasti lebih kuat, ketebalannya bisa sampai 6 mm. Jadi frame digabung, di depan pakai pipa, di belakangnya swing arm pakai plat stainless steel,” papar Andika.

Andika mengakui bahwa salah satu yang membuat dirinya repot dalam perakitan The 29 yaitu pada bagian suspensi belakang. Hal ini karena sistem dia terapkan tidak di bagian bawah frame seperti pada umumnya, melainkan atas frame.

“Bahan stainless steel di welding (las) itu bergerak. Jadi solusinya buat bracket masing-masing. Enggak pakai CNC, semua manual, ada las khusus. Total pengerjaan itu sekitar 6 bulan dari nol sampai jadi,” tutup Andika.

 

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply