Titah dan Misi Perjalanan Helm “KUSTOMFEST”

Kisah Titah Èxsoutheast Color House  dan Misi Perjalanan  Kustom Painting Helm “KUSTOMFEST”

Gejolak kustom kulture meruntuhkan batasan dan mimpi seseorang, kesemuanya mengerucut kepada pilihan rasa dan kekuatan proses. Kenapa proses? sebab apresiasi, penghargaan  dan tujuan bermula dari sebuah ide dan proses!. Hal itulah yang mengilhami Titah “Exsoutheast” demikian ia dikenal, untuk terus menekuni  kustom painting.

Masih segar diingatan saat ia mengirimkan karya painting airbrush di official page KUSTOMFEST, detik itulah kami mulai mengenal kemauan kerasnya mendalami kustom painting jauh melampaui segala hambatan dan batasan. Dari kota Wonogiri yang jauh dari hingar bingar kustom, passion itu ditempa untuk menemukan jawaban tentang segala dinamika kustom painting.

Berbekal spraygun dan teknik isolasi ia mulai mengekplorasi kemampuan “tradisional” painting. Rajin bertanya dan belajar kepada pelaku kustom painting menjadi kunci untuk menemukan identitas dan karakter. Saat perhelatan KUSTOMFEST 2014 Titah pemilik workshop painting Èxsoutheast Color House memberanikan diri menampilkan karya instalasi “Relawan KUSTOMFEST” dan juga pada saat bersamaan ia berhasil  meraih pengharggaan di arena Kustom Paint Battle.

Awal Desember semua perhatian penggila kustom kulture tertuju ke hajatan akbar  23rd Annual “Mooneyes” Yokohama Hot Rod Custom Show. Official KUSTOMFEST tak ketinggalan menghadiri  festival legendaris ini, sebuah proses harus terus bergulir, impian adalah sebuah misi yang harus dikejar, hal inilah yang menjadi prinsip Titah untuk membuat sebuah karya terbaru kustom painting Helm KUSTOMFEST .

Mengajak penggemar kustom kulture untuk hadir Oktober mendatang di KUSTOMFEST 2015, Titah mulai menuangkan imajinasi Lady Pin Up yang sedang melaju diatas “The Cakil”. Semua detail digoreskan perlahan dengan teknik “tradisional” dan ilustrasi teks yang sangat khas.  Setiap progres dari proses dinikmati dan diabadikan sebagai memoar “lelaku”,  hingga pada puncaknya karya ini kami bawa puluhan ribu kilometer jauhnya untuk menjadi bagian dari pesta kustom kulture dunia. Banyak pelaku kustom yang memberikan apresiasi terhadap karya ini, termasuk diantaranya Yaniv Evan punggawa Power Plant Choppers.

Dan pada akhirnya helm ini terbang ke Denmark bersama pemilik barunya Jesper Bram artis kustom painting ternama sekaligus salah satu produser Flake and Flames Kustom Kulture Film Documentary . Karya ini kami berikan sebagai sebuah penghargaan atas dukungannya terhadap KUSTOMFEST , tak lupa Jesper menitipkan salam untuk Titah,  dinantikan cerita, dan inspirasi karya lainnya . Terus berproses, salam kustom salam respect!.

 

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply