YANIV EVAN : Simbol Dari Sebuah Proses

Untuk ketiga kalinya Builder dari Los Angeles Amerika Serikat ini bakal hadir di event tahunan kustom kultur Indonesia, Kustomfest 2017-No Boundaries. Yaniv Evan merupakan Kustom Builder pendiri Powerplant Motorcycle yang sudah ada sejak 2002 lalu.

Jika diperhatikan, motor-motor kustom bikinan Powerplant banyak terpengaruh dari dunia balap, hot rod, penerbangan, dan motor klasik yang diramu daam satu desain hasil tangan dingin Yaniv Evan. Evan memang sudah terpengaruh dunia mekanik sejak muda, di usia 18 tahun Evan sudah mengutak-ngatik Chevrolet Chevelle bersama kawan nya yang sering turun di ajang drag race di Long Beach. Dari sini Evan dikenal sebagai “Chevy Guy”, efek dari kecintaan dirinya terhadap Chevrolet.

Evan juga pernah belajar jadi mekanik pesawat selama Delapan bulan di LAX (Los Angeles Airport), di sekolah penerbangan ini juga Evan mendapat skill nya mengolah almunium, perunggu dan besi baja menjadi sebuah karya seni dan menjadi salah satu expert dalam membuat pernik-pernik kecil dari baja, perunggu dan almunium menjadi sebuah karya masterpiece khas Evan.

Evan juga pernah bekerja di workshop milik Gene Windfied, seorang builder legenda di dunia Hot Rod. Dari bekerja di workshop dan belajar dengan Gene tersebut, kecintaan Evan dengan dunia kustom semakin meningkat. Yanif Evan memang sangat antusias dengan semua hal yang berhubungan dengan roda 2.

Karya Evan sangat khas dan memiiki desain visi yang luas namun berkelas. Di karyanya juga terdapat unsur handmade, unik dan tetap mempertahankan sisi vintage yang berkualitas tinggi.  

Kini, Yaniv Evan menjadi salah satu builder dengan nama besar, diakui, sekaligus menjadi ikon dan legenda di scene kustom dunia dan menjadi simbol dari sebuah proses, karena untuk bisa menjadi sekarang ini Evan harus melalui berbagai proses yang panjang dan tidak mudah.

Jangan lewatkan kesempatan untuk bertemu dengan salah satu ikon dan legenda dunia kustom ini di Kustomfest 2017-No Boundaries

 Sampai jumpa di Kustomfest 2017-No Boundaries, 7-8 Oktober 2017

Salam kustom, salam respect

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply