Quest Motors Bandung – Tradition Meets Technology ‘Stellar’

Elektrifikasi merupakan era baru yang mulai merebak di kalangan pegiat kustom kultur, bukan hanya gaya hidup semata namun perlahan akan mulai menjadi sebuah kebutuhan dan tidak menutup kemungkinan 10-15 tahun kedepan akan berubah menjadi ‘dibutuhkan’. Seperti yang mulai dilakukan oleh builder Quest Motors Fajar Ismail, ia membangun motor listrik dengan menggabungkan elemen Traditional Custom dan Rewenable Energy yang diberi tema “Tradition Meets Technology”. “Saat ini elektrifikasi kendaraan sangat digencarkan secara masif, ini bisa jadi wadah dan kanvas baru dalam dunia kustomisasi di era post Petrol Age,” buka Fajar.

Diketahui, Fajar merupakan seorang Vehicle Designer pada web www.artstation.com. Sebelum motor ini jadi seperti ini, ia konsep dahulu desain 3D yang kemudian ia publish di web tersebut. Tidak disangka konsep yang ia desain mendapat highlight dari media internasioanl seperti Yankodesign, Designboom, Visordown, dan Foxtime Rusia. Dari situlah ia putuskan untuk merealisasikan konsep tersebut.

Observasi, Ideasi dan Eksekusi dilakukan Fajar sebelum merealisasikannya. Dalam tahap Observasi ia mencoba untuk memahami tema dan background issue yang akan diangkat yakni tren kendaraan listrik dalam skena kustom Indonesia. Lalu dalam tahap ideasi dirinya membuat tiga altenatif sketsa desain yang bakal dipilih satu desain akhir.

Setelah mendapatkan blueprint 3D selanjutnya masuk ke dalam tahap eksekusi menjadi bentuk asli. “Total waktu yang dibutuhkan untuk membuat motor ini sekitar satu bulan. Mulai dari pengumpulan bahan, pembuatan part kustom dan setting performa,” ungkapnya.

Ia menambahkan jika sangat menyukai dengan hal-hal yang ada sangkut pautnya dengan dunia antariksa dan fiksi ilmiah, hal tersebut juga mendasari kenapa motor ini dinamakan Stellar yang bearti bintang.

Atas dasar kesukaannya itulah ia menerapkan ke dalam motor listrik yang menggabungkan aliran Clubstyle dengan Traditional Chopper. “mungkin terlihat sangat kontras, perbedaan konsep dan aliran yang sangat berseberangan,” ujarnya.

Untuk mensiasati perbedaan tersebut, ia mencoba menggabungkan ciri khas dari setiap aliran seperti penggunaan rigid frame berbahan besi tubular diameter 25 mm. frame ini basicnya dari Quest Atom Alpha lalu digabungkan dengan springer fork untuk mewakili ciri khas traditional chopper. Kemudian handlebar dibuat tinggi untuk mengadaptasi gaya clubstyle, “ini juga agar riding position tetap tegak meski di motor kecil,” tambahnya.

Sedangkan panel bodi menggunakan plat galvanis tebal 1,5mm yang dibending dan disusun secara berlapis.

Terakhir finishing warna yang terinspirasi dari bentuk spacecraft dengan styling “Layered Geometric” serta warna monokrom yang menunjukan sisi futuristik sekaligus eksentrik.

Motor listrik berjuluk Stellar ini ditenagai oleh Baterai Lithium-ion kapasitas 72v10Ah (720Wh) kemudian disalurkan ke Brushless DC Motor 1000 Watt yang langsung terhubung ke roda belakang. Di klaim motor ini dapat melaju sampai kecepatan maksimum 35km/j dengan jarak tempuh 30km dengan total waktu yang dibutuhkan untuk mengisi penuh baterai adalah 4-5jam.

Beralih ke sektor kaki-kaki, disini Fajar mencoba memasukan elemen traditional chopper seperti rigid frame untuk belakang dan dual springer fork dengan mini shock breaker ukuran 100 mm untuk bagian depan.

Velg depan menggunakan bikinan sendiri tipe monoblok 3piece ukuran 10inci, sementara belakang bertipe Hub 10 inci menyatu sekaligus terhubung dengan dynamo listrik 1000 Watt (BLDC Motor). Untuk menghentikan laju, ia menggunakan sistem pengereman single drum brake pada roda belakang, “mengingat motor ini sangat ringan dengan bobot 45kg dan kecepatan max 35km, jadi menurut saya sistem rem tersebut cukup,” jelasnya.

Untuk menerangi saat digunakan malam hari, Stellar dipersenjatai dengan Headlamp dual LED Light aftermarket yang dapat diatur sudut kemiringannya.

Sedangkan stoplamp belakang juga pakai LED aftermarket dengan bentuk senada dengan tema konsep.

Kendaraan listrik biasanya identik dengan kecanggihan serta teknologi masa kini, hal tersebut tidak dilupakan Fajar pada motor ini. Ia sengaja mendesain Stellar untuk mampu dioperasikan melalui aplikasi smartphone.

“tidak butuh kunci fisik, lewat software kita dapat memantau informasi performa motor, trip meter serta kapasitas baterai,” sambungnya.

Tidak berhenti sampai disitu, Stellar juga dilengkapi dengan solar panel yang berguna menjadi alternatif pengisian daya, cocok dengan Indonesia yang beriklim tropis dan sinar matahari sepanjang tahun. Saat gelaran Kustomfest 2022 lalu, Stellar ini sempat dicoba oleh builder favorit Fajar yakni Kaichiroh Kurosu dari Cherry’s Company yang terlihat sumringah mengendarainya. Motor kustom karya Fajar ini tidak hanya jadi Garage Queen, namun juga menjadi motor hariannya.

“Karena saya berprofesi sebagai Vehicle Designer dan punya passion yang mendalam terhadap kendaraan roda 2, membuat saya ingin terus bereksperimen dalam mengolah rupa sebuah kendaraan baru yang dapat mewakili karakter pribadi serta gagasan ide baru yang bisa diterapkan khusunya pada kendaraan listrik dimana posibilitas dan ruang kustomisasi yang bisa lebih luas, Karena jumlah part yang lebih sedikit dan simple sehingga bisa lebih leluasa lagi dalam mengolah rupa,” pungkas Fajar. 2022/201

BIKE NAME : Stellar

BUILDER : Fajar Ismail

WORKSHOP : Quest Motors

WORKSHOP ADDRESS : Jl. Cibatu Raya No.17, Antapani Tengah, Bandung, Jawa Barat

OWNER : Fajar Ismail

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *