
Visual motor kustom karya workshop Daeng Custom ini mirip Honda Ruckus, skuter matic bermesin kecil. Namun sang builder, Ilham Purnama memberi sedikit sentuhan berbau hotrod kepada motor yang dijuluki Freespin ini. “Konsep dasarnya Honda Ruckus, tapi temanya keseluruhan Hotrod. Karena saya lihat belum banyak yang diterapkan ke motor,” buka Ilham Purnama.
Di lain sisi motor ini bagi sebagian orang terutama builder adalah motor yang tidak layak untuk bahan mentah kustom. “apalagi yang saya miliki ini bentuknya dalam keadaan tidak utuh, lebih layak untuk di rosok. Lalu, saya sebagai builder tidak memiliki kemampuan untuk merealisasikan sebuah konsep ke wujud gambar, baik itu manual atau digital. Jadi konsep setiap motor yang kita buat semua berada di dalam isi kepala saja,” tambahnya

Motor ini didapatkannya saat awal-awal pandemi melanda Indonesia dan sempat mangkrak selama dua tahun. “Meski dengan dikit ragu, kami lanjutkan lagi proses bangunnya setelah pandemi mereda karena kami niatkan untuk diikut sertakan pada Kustomfest 2022,” ungkapnya.
Karena proses penggarapan punya waktu hanya satu bulan akibatnya kesulitan sedangkan posisi motor masih dalam kondisi bahan. Selanjutnya bagian depan frame dipotong untuk mengejar komposisi mini dan eksekusi chop top ala mobil hotrod untuk mengejar tampilan rendah.

Untuk kaki-kaki dari velg belakang memasang bawaan ATV ring 10 lebar 8″. Bagian tromol kustom dari velg casting bawaan motornya menjadi baut 4 seperti ATV. Sedangkan bagian depan menyomot 2 set bawaan vespa yang diambil bagian lebar saja hingga ketemu lebar 3,5″ namun center masih velg asli dari motornya. Kemudian shock depan adopsi milik Minerva 150 dikustom di bagian As plus tabung dipotong 20cm.
“sektor mesin dibiarkan standar, hanya pengapian diubah memakai milik shogun. Lalu pasang timing kuda agar suara knalpot dan mesin seolah-olah seperti hotrod,” ujarnya. Untuk menerangi saat jalan malam headlamp diambil dari punggung tangki Honda Verza lalu tangka diberi lubang untuk penempatan lampu mini daymaker.

Selanjutnya finishing terutama cat dipilih warna abu-abu karena dari awal juga berwarna abu-abu. “filosofinya karena kita baru lepas dari dampak pandemic yang masih abu-abu kedepannya,” kata Ilham.
Jika bicara detil di motor ini yang paling menyolok adalah bagian footstep dan handgrip yang bahannya menggunakan kayu Sungkai. Pada bagian footstep ini juga yang paling spesial karena builder berusaha menonjolkan keistimewaan yang dimiliki kayu Sungkai tersebut. Lalu sissy bar chopper dan frame stoplamp yang biasa dijumpai di mobil hotrod diterapkan di motor ini dan penggunaan jok kustom dengan motif atau tema muscle car.

Penggunaan julukan ‘Freespin’ karena bahannya dari Suzuki Spin yang dikenal motor yang tidak diminati sebagian masyarakat sekaligus dicampakan. “Kami naikan derajatnya menjadi motor kustom yang patut untuk dilirik juga mnggambarkan kebebasan & keliaran sebuah karya kustom,” tutup Ilham. 2022 / 216
BIKE NAME : Freespin
BUILDER : Ilham Purnama
WORKSHOP : Daeng Custom
WORKSHOP ADDRESS : Rempoah RT3/RW2 Kecamatan Baturaden, Banyumas, Jateng
OWNER : Yogi Ardiansyah