Garasi 19 Jakarta – HD FLSTF Fat Boy Evo 1997 ‘The Enagic’

“Yang saya suka dari kelas American Stock Custom itu tantangannya, yakni dituntut berkreasi dengan hanya mengandalkan rangka standar bawaan motor,” buka Andre Ternadi, pemilik sekaligus builder workshop Garasi 19. Seperti saat membangun Harley-Davidson Softail Fatboy FLSTF lansiran tahun 1997 milik Suhendra Setiadi. Pengerjaan dimulai dari rangka standar yang sudah terpasang mesinnya. Ia diberi kebebasan oleh pemilik motor untuk mengekplorasi ubahan motor ini tanpa dibatasi, baik dari desain maupun budgetnya

“Konsepnya high performance look dan tetap tampil elegan. Selebihnya saya improve untuk proses pengerjaannya,” kata Andre. Ia memulai ubahan dari bagian kaki-kaki dulu. Agar terlihat kental kesan high performance,suspensi model upside down milik Kawasaki ZX10R disematkan untuk bagian front endnya. Suspensi merk Showa ini lengkap dengan dual kaliper Brembo Titanium. Namun agar tidak identik dengan motor sport, piringannya diganti menggunakan Harley-Davidson produk aftermarket yang punya diameter lebih besar. Sedangkan pada sektor belakang, masih mengandalkan suspensi Harley-Davidson produk aftermarket. Berbeda dengan bagian depan, sektor pengereman  belakang mengandalkan Brembo P2.

“Alasan saya pakai suspensi KawasakiZX10R biar kesan sportynya keluar. Pas dipasang ternyata warna tabungnya bikin saya extra mikir lagi gimana biar seimbang sama tone warna motor nantinya,” ungkap Andre. Akhirnya ia balur cover pushrod dengan kelir anodized senada untuk mengimbangi kelir hijau pada suspense depan.

Untuk bagian bodywork, Andre serahkan kepada rekanannya dengan material stainless steel. “Semua design kita buat sendiri di Garasi 19 ini secara manual sketch,” tambah Andre. Seluruh body dan frame ia siram dengan dark navy kombinasi grafis minimalis yang menyatu dengan bentuk shape body.

Agar performance look semakin kental, dipasanglah dual headlamp kepunyaan Jwspeaker tipe foglight 8650 yang dipasang vertical layaknya besutan Chopper. Inilah yang membuat tmpilan motor bagian depan terlihat unik.

Kemudian part yang uzur pada sektor mesin seluruhnya sudah diganti baru sekaligus dilakukan porting and polish bagian ruang bakar. Sehingga sanggup mendapatkan performa mesin yang maksimal namun tetap efisien bahan bakar | A024

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply