
Dalam proses pembuatan Baba The Sherva yang mengambil pilar Royal Enfield Himalayan, Garrison Motoforge secara emosional menunjukannya pada sosok yang menginspirasi. Jadilah sebuah motor kustom berdefinisi digger dan dragster.

Sosok Indra Kusumawardhana, ketua komunitas motor Royal Enfield di Bandung – Reborn Indonesia, yang akrab disapa Baba, mengilhami keseluruhan konsep motornya. Motor yang aslinya kental dengan aura motor adventure, diubah menjadi konsep digger yang menjurus pada konsep dragster. Jika diperhatikan, penampakannhmya seperti motor-motor yang digunakan di ajang balap Sultan of Sprint.

Penggunaan bahan metal sengaja dibiarkan apa adanya, tanpa lapisan cat apa pun, untuk menonjolkan ketidakrapihan serta karat, demi mengedepankan orisinalitas. Bentuknya sangat sesuai dengan karakter yang ingin mendobrak stigma yang ada. Semua warna dibiarkan apa adanya, menggambarkan pribadi yang tegas, namun penuh keterbukaan.

Motor ini diberi nama Baba the Sherpa, yang diambil dari bahasa Hindi/Urdu. Baba berarti bapak atau seseorang yang bijak dan dituakan. Sherpa nermakna porter atau pembawa beban bagi pemanjat gunung Himalayan. Royal Enfield sebagai motor pabrikan Inggris yang diproduksi di India, Baba (bahasa Indi), Himalayan (pegunungan di India), dan Sherpa (pembawa beban di pegunungan Himalayan), merupakan kata kunci yang dirangkai untuk kemudian diwujudkan dalam motor custom ini.

Pada Juli 2020, Baba the Sherpa telah menjuarai kompetisi yang digelar oleh Pipeburn.com, dengan tajuk “Covid Bike Show”. Motor ini berhasil menduduki peringkat ketiga.