GDZH Custom Cycle Jombang – Suzuki A100 1986 ‘Storm’

Pemilik Suzuki A100 ini awalnya hanya ingin sekedar restorasi saja, tapi ketika proses berlangsung dirinya berubah pikiran untuk mengkustom lebih lanjut motor Suzuki A100 miliknya. Builder GDZH Custom Cycle, Dana Prasetya, kemudian mengusulkan agar motor dikustom dengan konsep vintage café racer. Menurutnya, A100 termasuk motor idola anak muda untuk kebut-kebutan di jalan dan trek balap.

“A100 sebenarnya bukan motor favorit untuk di-custom. Bentuknya cungkring, sehingga butuh waktu lama untuk menentukan dimensi motor yang tepat, supaya terlihat kompak dan padat. Namun ini justru menjadi tantangan baru bagi saya,” ungkapnya

Untuk memunculkan konsep simple vintage café racer, tampilan motor mesti dibuat sederhana, kompak sekaligus ringan. “Kami hanya bermain pada jarak sumbu roda (wheelbase) yang lebih pendek sekitar 5 cm, dan tinggi motor yang dibuat lebih rendah 8 cm dari A100 standar,” ujarnya Sudut sokbreker belakang dibuat lebih kecil atau rebah dari posisi standar. Selain itu, penggantian swingarm juga dilakukan karena alasan estetika.

Fork depan juga mengalami penyesuaian supaya lebih proporsional dengan dipotong 4 cm. Ia tetap mempertahankan unsur klasik dengan mempertahankan sistem pengereman model drum brake, meski ban sudah pakai model slick tanpa kembangan seperti yang kerap dipakai motor balap.  

Untuk menjaga ciri utama motor, tangki sebagai fokus utama memakai punya A100 model A3. Untuk bagian bodi yang lain, ia buat sendiri dari bahan plat seperti hornet di bagian belakang dan visor yang membungkus headlamp. A105/2018

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *