Konsep steampunk coba dijajal oleh builder workshop 69 Nerakatau pada choppy cub ini. Untuk menampilkan kesan steampunk tersebut, Benediktus Hengky Purwanto alias Wawan ‘Junx’ Bakwan mengandalkan material-material sampah bengkel.

Proses dadakan dengan komponen seadanya tersebut akhirnya memunculkan ide sebutan untuk motor, Blitzkrieg ! Sebuah strategi perang tentara Jerman saat Perang Dunia II yang mengandalkan kecepatan dalam invasi.

Konsep steampunk ini juga bisa dibilang mirip dengan tema Post-Apocalyptic. Konsep fiksi yang bercerita tentang era setelah kejatuhan peradaban akibat perang nuklir, virus dan lain-lain. Tema ini identik dengan warna-warna kusam, usang sekaligus berkarat. Desain yang diaplikasikan juga seringnya radikal seperti kendaraan-kendaraan yang dipakai dalam film Mad Max.

Hasil proyek Tiga bulan tersebut tak hanya predikat juara. Namun sebuah statement muncul dari sang juri, “i want to buy this bike. This is an artwork!,” papar Roland Saros.
Info & Specification :
OWNER : Didie
BUILDER : Benediktus Hengky ‘Junx’ Purwanto / Wawan Bakwan
WORKSHOP NAME : 69 Nerakatau
WORKSHOP ADDRESS : Semarang
PHONE NUMBER : 08562660760
EMAIL : –
BIKE NAME :
Blitzkrieg
CATEGORY :
–
ACHIEVEMENT :
Kustomfest 2014 participant
FRAME / CHASIS
Type : Custom
ENGINE
Type : Honda Astrea Grand
Production Years : 1993
WHEELS, SUSPENSION & BRAKE
Front & Rear Wheels : DID 1.60×17 inch (F) DID 1.40×14 inch (R)
Front & Rear Tires : IRC Inoue 2.25-17(F) & Corsa 120/60-14 (R)
Suspension System : Honda C70 (F) & Honda Astrea Prima (R)
PIPES & EXHAUST
Exhaust System Pipes : 69 Nerakatau
BODY WORKS & PAINTING
Painting Artist : 69 Nerakatau
OTHER PARTS & ACCESSORIES
Seat : 69 Nerakatau
Headlamp : Custom
Handlebar : 69 Nerakatau
Fuel Tank : 69 Nerakatau