Insan Motor Bekasi – Aprilia RS 125 2000 “Saint Angel”

Melihat mesin yang hanya tergeletak tidak terurus menguatkan niat Yustinus Erwan Santoso untuk membangun motor kustom khusus untuk dibawa ke Kustomfest 2017. “Mesin tersebut adalah sisa-sisa saat dulu masih bermain modifikasi full fairing. Untungnya workshop sekarang fokus ke pengerjaan kustom jadi sekalian kustom motor balap caferacer,” ungkap Yustinus.

Neo caferacer dipilih menjadi tema dengan alasan basic mesin 2 stroke Aprillia RS 125 memang spek balap dan cukup menyatu dengan tema yang dipilih. Ia akui jika saat dibawa ke Kustomfest pengerjaan kurang maksimal namun konsep sudah kuat.

Rangka ia buat semua menggunakan plat ukuran 6mm. Selanjutnya velg ia pasang ukuran 21 inc, sementara swing arm juga hasil kustom. Bagian mesin tidak diutak atik olehnya karena masih cukup mumpuni untuk digeber. Mesin hanya mendapat sentuhan powder coating dan dipoles agar terlihat menarik. Springer ia buat sendiri dengan memakai basic monoshock milik Jupiter MX

Headlamp dan stoplamp memakai lampu LED variasi yang umum di pasaran dan mudah didapatkan. Ia sengaja tidak memasang pemanis dan printilan-printilan di motor ini, karena ia ingin motor ini tidak banyak aksesoris namun lebih ke fungsional. “Saya paling suka dengan bentuk tangki dan bodi, soalnya tidak seperti motor balap pada umumnya. Simpel tapi mempunyai lekukan yang khas,” kata Yustinus.

Meski tidak fokus saat proses pengerjaan dikarenakan dirinya juga sedang mengerjakan motor pesanan orang lain namun proses pengerjaan bisa rampung saat Kustomfest 2017 dihelat. CR019

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply