Warning: Declaration of select_menu_walker::start_lvl(&$output, $depth) should be compatible with Walker_Nav_Menu::start_lvl(&$output, $depth = 0, $args = Array) in /home/kustomf1/public_html/wp-content/themes/hottopix/functions.php on line 483

Warning: Declaration of select_menu_walker::end_lvl(&$output, $depth) should be compatible with Walker_Nav_Menu::end_lvl(&$output, $depth = 0, $args = Array) in /home/kustomf1/public_html/wp-content/themes/hottopix/functions.php on line 495

Warning: Declaration of select_menu_walker::start_el(&$output, $item, $depth, $args) should be compatible with Walker_Nav_Menu::start_el(&$output, $item, $depth = 0, $args = Array, $id = 0) in /home/kustomf1/public_html/wp-content/themes/hottopix/functions.php on line 505

Warning: Declaration of select_menu_walker::end_el(&$output, $item, $depth) should be compatible with Walker_Nav_Menu::end_el(&$output, $item, $depth = 0, $args = Array) in /home/kustomf1/public_html/wp-content/themes/hottopix/functions.php on line 635
Pitstop Motor Werk – HD WLA 750cc 1942 Flattrack - Kustomfest

Pitstop Motor Werk – HD WLA 750cc 1942 Flattrack

Menyaksikan langsung balapan flattrack di Jepang membawa imajinasi sang pemilik motor untuk membangun H-D WLA 1942 mengacu ke gaya balap tanah. Dengan bantuan Pitstop Motor Werk. Motor bermesin Flathead bernama 42A ini menjadi tampil bugar dengan vintage racer.

Salah satu bengkel yang punya spesialisasi menangani restorasi hingga custom motor jenis klasik adalah  Pitstop Motor Werk. Merancang ulang Harley-Davidson WLA keluaran 1942 untuk tampil dengan sentuhan gaya balap adalah salah satu karya terbaiknya

Untuk diketahui, WLA 1942 merupakan motor Harley-Davidson yang banyak digunakan oleh tentara Amerika Serikat sebagai kendaraan taktis alias motor perang. Motor ini memang diproduksi di tengah Perang Dunia II. WLA sendiri merupakan singkatan. W diambil dari nama keluarga motor tersebut. L diambil dari kompresi tinggi dalam skema HD. A merupakan singkatan dari Army.

Saat WLA ini datang ke Piston Motor Werk, banyak hal yang perlu direbuild mulai mesin hingga komponen lainnya. Sampai kemudian, Piston Motor Werk secara perlahan memberikan asupan nyawa pada motor ini. Hingga akhirnya semua berhasil terkumpul dengan beberapa tuning terutama pada bagian pengapian mesin dengan mempertahankan girboks standar.

Tommy Sunu sang pemilik motor menjelaskan WLA adalah tipe yang paling sulit direstorasi dengan kondisi motor saat didapatkan menyisakan mesin, frame, fork dan setang tanpa bodi. Sampai kemudian muncul inpirasinya saat menyaksikan balapan flat track di Saitama Jepang tahun 2017 yang juga diikuti motor-motor klasik. Detail-detail motor klasik penggaruk tanah itu direkam sebagai bahan kajian referensi untuk motornya.

Jadilah hasilnya adalah gaya WLA vintage racer dengan memadukan sentuhan custom pada bagian fender, mid control dan jok  untuk siap sliding di trek oval.

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *