Yohan Super Bantul – Yamaha RX S 115 1995 “Kinjeng Tangis”

Melalui motor miliknya, Yohanes Prasetya Jati ingin merubah pola pikir jika membangun motor bergaya caferacer harus menggunakan ban profil tebal dan punya body yang cenderut membulat. Maka dari itu ia terapkan konsep “Skinny Caferacer”. “Sebenarnya motor itu terlihat enak dipandang jika semuanya proporsional,” buka Yohanes.

Motor ini memang benar-benar ia persiapkan untuk Kustomfest 2017 meski dirinya tidak berharap banyak untuk menyabet penghargaan. Semua ide pengerjaan hasil pemikiran Yohanes sekaligus langsung ia kerjakan sendiri di sela-sela waktu luang.

Sektor rangka ia rubah di bagian sub-frame untuk menyesuaikan hornet. Dapur pacu masih menggunakan mesin RX S 115 cc yang kemudian mengalami spec-up menjadi 135 cc dengan penggantian blok mesin dan piston bawaan Yamaha RX King. Kemudian karburator menggunakan PWK 28, sementara pengapian dibiarkan standart.

Selanjutnya ia fokus pada bagian kaki-kaki untuk memperkuat identitas konsep Skinny Caferacer yang diusung dengan pemasangan ban depan ukuran 2.75-18 velg 1.60-18 dan ban belakang ukuran 3.00-18, velg ukuran 1.85-18. Piranti peredam kejut bagian depan masih mengandalkan standart namun bagian belakang sudah meggunakan Ride It GP Series 32.

Saat proses pengerjaan yang memakan waktu sekitar Lima bulan tersebut, Yohanes mengaku tidak menemui kesulitan yang berat, dengan alasan sejak awal konsep sudah terlebih dahulu dimatangkan agar saat pengerjaan motor tidak mengalami perubahan bentuk.

“Menurut saya, saat membuat motor kustom yang paling utama adalah harus nampak beda namun tetap enak dipandang. Hal tersebut kuncinya ada di konsep yang proporsional. Tentu saja jangan sampai over budget,” tutup Yohanes

 

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply