Rocket Fantasi Sidoarjo – Yamaha XS650

Sebelum membangun Yamaha XS650 seperti sekarang ini, Iman Utomo Haryogi sempat punya keinginan yang cukup besar untuk memiliki sebuah HD Sportster. “Alasannya karena Sportster tidak terlalu besar dan sesuai dengan badan saya. Karena tujuan saya punya motor adalah untuk jalan-jalan,” buka Iman.

Iman kemudian memulai pencarian Sportster melalui media Instagram. Dalam pencarian tersebut, secara tidak sengaja ia melihat sebuah motor kustom yang menggunakan basic motor Yamaha XS650 dan berhasil mencuri ketertarikan tersendiri bagi Iman. “dari situlah kemudian saya googling info tentang motor itu. Setelah tahu sejarahnya yang ternyata cukup langka dan menurut saya fenomenal, saya putuskan untuk meninggalkan keingian untuk memiliki Sporster dan beralih ke motor kustom,” ungkapnya.  

Dikatakan jika ia mendapat motor ini sudah dalam keadaan jadi, tapi Iman merasa belum sesuai dengan karakter dirinya. “Saya harus merubah motor ini sesuai dengan karakter saya,” tegasnya. Kemudian ia mencari berbagai referensi agar motornya menarik secara visual dan nyaman untuk dikendarai. Diakui ia terpengaruh dengan style Japanese Chopper yang terlihat kecil dan ramping. “Saya juga memasukan unsur-unsur yang sesuai dengan karakter saya,” katanya.

Kesukaan Iman yang sering riding ke desa-desa dan tempat wisata menjadi alasan lain kenapa ia pilih tema classic chopper yang kecil dan ramping karena dapat menyesuaikan dengan jarak tempuh dan kenyamanan. 

Proses pengerjaan ia percayakan kepada workshop Rocket Fantasi yang tetap mengikuti ide dari pemilik motor. Beberapa ada yang ia kerjakan sendiri memakai barang seadanya. “Proses pengerjaan tidak memakan waktu yang lama karena hanya mengubah karakter awal menjadi karakter baru,” papar Iman.    

Diakui banyak bagian motornya hasil karya builder lokal, seperti rangka yang bikinan bandung kemudian knalpot, cat bodi plus tangka dan printilan-printilan lain bikinan builder Sidoarjo. Untuk as roda bagian depan bikinan builder Yogya sedangkan velg adopsi dari HD Sportster. “Semuanya saya bikin minimalis, karena saya tidak suka motor yang terlalu ramai printilannya,” katanya.

Bagian sissy bar ia akui menjadi yang paling spesial di motor ini karena menurutnya bisa digunakan untuk meletakan tas ransel yang kemudian bisa jadi senderan ketika riding. “Jadi kecapekan bisa diminimalisir ketika riding hahaha,” tutup Iman. Ia namakan motor kustom ini dengan El barokah dengan tujuan agar membawa berkah bagi yang memakai dan yang menyukainya. A019

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply