Rocket Fantasy Garage Sidoarjo – Binter Mercy 1981

Sang pemilik motor ini punya badan yang agak besar, itulah kenapa dipilih style Bobber untuk motor kustom yang akan ditungganginya. “Bobber kan sektor kaki-kaki bisa dibilang besar dan gendut, jadi biar serasi dengan ownernya,” buka Dedy Indra Setiawan dari workshop Rocket Fantasy Garage. Sang pemilik memang ingin punya motor kustom yang bisa dikendarai setiap saat sekaligus enak dilihat namun juga harus beda dengan yang pernah dibikin sebelumnya.

“ide tidak 100% dari saya, ada juga yang terinspirasi dari builder luar negeri. Seperti terlihat pada bagian cover headlamp yang terinspirasi dari salah satu motor karya Powerplant Motorcycle. Namun saya beri sentuhan yang berbeda,” paparnya.

Dirinya juga mengakui jika saat proses pengerjaan selama Lima bulan sering berkolaborasi dengan tukang bubut dikarenakan workshop miliknya belum memiliki mesin bubut sendiri. “Sempat mengalami kesulitan dengan sistem pengereman hub depan SR400 dengan Hub belakang Yamaha RD350 yang dijadikan satu di kaki (combi brake). Karena ini pertama kalinya saya membuat dengan sistem tuas penghubung,” ujarnya.

Bagian tuas persneling yang menembus di tengah tangki bahan bakar diakui Indra sebagai bagian yang spesial. “Biar beda saja dari yang lain, biasanya tuas ada di samping tangka atau jok motor,” tutup Indra. A224

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply