Spring Legacy Garage Bekasi – Norton 350 1956

Belum lama ini workshop Spring Legacy Garage mendapat “tantangan” dari seorang pemilik Norton 350 tahun 1956 untuk membangun motor miliknya. Aska Erlangga, sang builder menceritakan kondisi motor tersebut yang cukup “menyedihkan” sewaktu tiba di workshop. “Ketika datang, motor ini sudah nggak nyala, bisa dibilang barang rongsokan. Pemilihan konsep bobber itu karena gue melihat pemilik yang badannya berisi, jadi gue nggak mau motor terlihat kecil atau sebaliknya,” buka Azka.

Berangkat dari pemikiran tersebut, proses pengerjaan motor Inggris yang ikonis ini pun dimulai. Dalam ubahannya, citra Norton yang motor Inggris banget tetap dipertahankan. Identitas itu tercermin dari pembuatan frame yang masih menyisakan ruang di bagian depan mesin. Untuk menghadirkan kesan motor klasik, suspensi depan mengadopsi sistem springer.

Bagian hand grip yang juga menggunakan bahan kuningan diberi aksen batik, bahkan list gold pada bagian tangki memiliki motif jika dilihat secara detail. “Basic-nya kan motor tua, aksen kuningan untuk mengembalikan lagi ke tahun dari motor ini, kenapa gue kasih warna hitam karena lebih kalem dilihatnya, dan supaya cocok juga dengan list gold di bagian tangki,” paparnya.

Agar motor Norton bobber ini terlihat rapi, untuk urusan oli dan kelistrikan dibuatkan boks di bawah jok. Ditambah lagi ruang untuk aki di bawah belakang mesin. “Untuk mesin masih ori, gear box juga ori, cuma kita bagusin lagi. Untuk blok mesin sebelah kiri kita buat karena kondisi awal sudah hancur dan jarang ada yang jual. Di bagian atas blok sengaja gue buka biar kelihatan bagian dalamnya dan juga bagian dalam gue krom. Hampir keseluruhan dibuat hand made, seperti tangki dan rangka hand made,” tutup Aska. A016/2018

Indonesian Kustom Kulture Festival

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *